TARIKH

Ziarah Pemikiran Gus Dur

Gelar Pahlawan
Nasional untuk Gus Dur
Oleh: Moh.Syafik, S.Sos
Ketua Lakpesdam NU Kota Malang 

Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dikenal Gus Dur sudah rneninggalkan kita semua, namun semangat dan perjuangan beliau terus mernbara,  seolah memberikan kesan sangat luar biasa bagi para generasi bangsa agar meneruskan tongkat estafet perjuangan beliau dalam segala hal. Bila Gus Dur sudah melakukan banyak hal bagi kehidupan bangsa dan negara ini, maka generasi muda bangsa harus bisa meneruskan cita-cita beliau. Dalam kepemimpinan nasional, beliau merupakan Presiden Republik Indonesia ke-4. Dalam kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), beliau pernah menjabat sebagai ketua umum. Dalam kancah menjamurnya partai politik (parpol) pasca reformasi 1998, beliau merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam dunia dernokrasi, beliau merupakan bapak demokrasi Indonesia, sebab di tangan beliulah kebebasan berpendapat kemudian dibuka dengan sedemikian lebar.

Setiap warga negara memiliki hak sama untuk bersuara tanpa harus ditelingkung oleh apapun dan pihak manapun. Pilar demokrasi benar-benar ditegakkan dengan sedemikian tegak dan tinggi. Dalam pembelaan hak minoritas, beliau merupakan orang pertama yang memberikan kebebasan kepada warga Tionghoa agar bisa beribadah secara terbuka dan kemudian diakui oleh negara. Dalam hubungan lintas agama pun, beliau merupakan seorang pribadi yang bisa membangun hubungan harmonis dan lincah. Sikap pluralisme yang dibangun, dikembangkan dan dijalankan oleh Gus Dur benar-benar memberikan sebuah angin segar bagi kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai toleransi. Seolah, tidak ada yang terlewatkan dan lupa dilakukan oleh Gus Dur untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi kepentingan bangsa dan Negara di atas segala-galanya.

Oleh sebab itu, apabila kini bermunculan harapan, masukan dan pendapat dan tengah publik, elemen sosial, partai politik (parpol) dan sejumlah kelompok masyarakat lainnya agar Gus Dur memeroleh gelar pahlawan nasional, hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan dan tak terbantahkan. Gelar pahlawan nasional memang sudah sepantasnya diberikan ke beliau, sebab banyak prestasi yang telah dilakukan beliau bagi kepentingan bangsa dan negara. Yang jelas, memberikan gelar kepahlawanan bukan karena ikut mendirikan bangsa dan negara sebagaimana yang dilakukan para pejuang terdahulu di zaman kemerdekaan. Gelar kepahlawanan dalam konteks seperti ini bisa diberikan kepada siapapun selama telah berbuat banyak hal bagi masa depan bangsa dan negara.

Gelar Kehormatan       

Yang pasti, Gus Dur sebagai salah seorang pribadi yang telah membuka kran kebebasan, perintis jalan hubungan lintas agama dan lain dan seterusnya selama masa hidup, maka gelar kepahlawanan merupakan sebuah hal yang diharapkan bisa diberikan kepada beliau. Gelar kepahlawanan sesungguhnya merupakan satu bentuk penghormatan kepada beliau karena sudah rnencurahkan jiwa dan raganya bagi kepentingan bangsa dan negara. Gelar sedemikian setidaknya ikut menghargai jerih payah, usaha dan sumbangan kerja keras beliau dalarn membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, bermakna dan bermartabat. Diakui maupun tidak, dalam sejarah kepemimpinan beliau, nama Indonesia di mata dunia kemudian menjadi terkenal, bukan semata di negara-negara yang sudah banyak melakukan  hubungan diplomatik dengan Indonesia namun juga negara-negara kecil, terpencil yang belum melakukan hubungan diplomatik dengan Indonesia sebelumnya.

Gus Dur membawa nama Indonesia keseluruh penjuru dunia, setidaknya ini menjadi awal pembuka bagaimana negara-negara jauh bisa mengenal lebih baik Indonesia. Ketidaksempurnaan fisik beliau bukan menjadi penghalang untuk berhenti berjuang demi narna baik Indonesia di kancah internasional, namun itulah kelebihan Gus Dur yang tidak dimiliki pemimpin lainnya. Beliau selalu berpikir dan memikirkan bagaimana Indonesia menjadi bangsa dan negara yang benar-benar diakui kedaulatannya di mata dunia. Beliau selalu berupaya agar apa yang dilakukannya bisa membawa dampak panjang bagi kepentingan Indonesia ke depan dan pemikiran semacam ini belum terpikirkan dan dipikirkan oleh pemimpin Iainnya. Apa yang dipikirkan beliau demi Indonesia adalah selalu melintasi zaman beberapa generasi ke depan.

Yang pasti, seluruh rakyat Indonesia sangat berharap agar Presiden bisa mengambil keputusan sangat arif dan bijaksana. Menghargai perjuangan seorang Gus Dur, yang berjasa bagi Indonesia sama halnya ðengan menghargai seorang guru yang telah banyak berjasa bagi masa depan pendidikan para muridnya. Marilah menempatkan sosok Gus Dur sebagai seorang pemimpin bangsa yang sama tingkatannya dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, apa yang telah dilakukan Gus Dur tidak jauh berbeda dengan para perintis kemerdekaan. Bila para pejuang kemerdekaan membangun Indonesia dalam bentuk perangkat kasarnya, maka Gus Dur membangun Indonesia ini dengan nilai-nilai demokrasi, pluralism, toleransi dan multikulturalisrne. Bentuk dilengkapi dengan isi agar bentuk tidak semata “betuk” yang sangat miskin nilai -nilai.

 

Dikutip dari : Buku Gus Dur Sebuah Testimoni Lintas Agama (LAKPESDAM NU Cabang Kota Malang, 2010)