BERITA LPIKINFO UNTUK MAHASISWAKISSI

KISSI – MENUJU UNISMA GREEN CAMPUS PENGUATAN EKOLITERASI ISLAMI UNTUK MEWUJUDKAN KESALEHAN EKOLOGIS CIVITAS AKADEMIKA

KISSI UNISMA Green Campus

Benarkah Kampus Hijau Dimulai dari Tasbih dan Tumbler? Menelisik KISSI Menuju UNISMA Green Campus

Malang, 15 Juli 2026 — Komitmen Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam mewujudkan kampus berkelanjutan kini semakin nyata melalui penyelenggaraan Kajian KISSI (Kajian Islam Interdisipliner) bertajuk “Menuju UNISMA Green Campus: Penguatan Ekoliterasi Islami untuk Mewujudkan Kesalehan Ekologis Civitas Akademika.” Kegiatan ini menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi bukan sekadar tren modern, melainkan wujud nyata dari keimanan seorang muslim.


1. Apa itu Green Campus Berbasis Nilai-Nilai Islam?

Jawaban Ringkas: Green Campus di UNISMA bukan sekadar fisik bangunan yang asri, melainkan transformasi total tata kelola dan budaya kampus yang berlandaskan Islamic Worldview (Tauhid) dengan nilai amanah, khilafah, dan keseimbangan (mizan).

Konsep ini menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam mengelola lingkungan perguruan tinggi. Melalui penguatan ekoliterasi Islami, seluruh civitas akademika dibimbing untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual terhadap kelestarian alam semesta.

2. Bagaimana Pandangan Islam dalam Menjaga Kelestarian Alam?

Jawaban Ringkas: Al-Qur’an dan Hadis memposisikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi yang wajib menjaga keseimbangan alam, melarang perusakan (fasad), serta mengecam sikap berlebihan (israf) dalam memanfaatkan sumber daya.

Landasan teologis ini termaktub kuat dalam beberapa ayat suci:

  • QS. Al-Baqarah ayat 30: Penugasan manusia sebagai khalifah penjaga bumi.
  • QS. Al-A’raf ayat 56 & QS. Ar-Rum ayat 41: Peringatan tegas agar tidak membuat kerusakan dan kesadaran bahwa bencana ekologis berpangkal dari ulah manusia.
  • QS. Al-An’am ayat 141: Larangan berperilaku berlebihan (israf).

3. Mengapa Ekoliterasi Islami Menjadi Instrumen Perubahan Penting?

Jawaban Ringkas: Ekoliterasi Islami memadukan pemahaman ekologi sains dengan kesadaran moral-spiritual, sehingga mampu menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual demi melahirkan kesalehan ekologis.

Kesalehan ekologis memastikan bahwa ibadah seorang akademisi muslim tidak berhenti pada ritual vertikal (hablum minallah), melainkan bermanifestasi secara horizontal dalam bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar (hablum minal alam).

4. Bagaimana Strategi Implementasi Green Campus di UNISMA?

Jawaban Ringkas: UNISMA menerapkan lima pilar utama—Green Governance, Green Curriculum, Green Research, Green Community, dan Green Lifestyle—melalui aksi nyata seperti pengelolaan sampah 3R, efisiensi energi, dan kebijakan bebas plastik.

Beberapa langkah taktis yang digalakkan meliputi:

  • Integrasi kurikulum berbasis lingkungan dan riset hijau.
  • Pengelolaan sampah melalui prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
  • Digitalisasi administrasi untuk menekan penggunaan kertas.
  • Penyediaan tap water dan pembiasaan membawa tumbler serta tas belanja sendiri.

5. Apa Saja Gagasan Praktis dari Diskusi Civitas Akademika?

Jawaban Ringkas: Sesi diskusi melahirkan berbagai inovasi praktis, mulai dari pemanfaatan limbah peternakan menjadi zero waste (bioarang dan biogas), kampanye anti-sampah makanan, hingga pemanfaatan kembali kertas bekas untuk bimbingan skripsi.

Inovasi dari Fakultas Peternakan terkait pengolahan feses hewan menjadi pupuk dan energi alternatif menjadi salah satu best practice yang diunggulkan. Usulan penyesuaian aktivitas akademik dengan waktu salat serta penyediaan titik air minum isi ulang juga memperkuat budaya ramah lingkungan sehari-hari.

6. Bagaimana Roadmap Menuju Sustainable Islamic Green University?

Jawaban Ringkas: Perjalanan UNISMA dirintis secara bertahap mulai dari membangun kesadaran (awareness), penguatan ekoliterasi, internalisasi nilai Islam, hingga bermuara pada pencapaian Sustainable Islamic Green University yang selaras dengan SDGs.

Roadmap ini dirancang sistematis untuk memastikan perubahan perilaku yang konsisten, mengubah pola pikir civitas akademika, dan menjadikan UNISMA sebagai pelopor kampus hijau berbasis Islam yang berkontribusi nyata bagi bangsa.

7. Komitmen Bersama untuk Masa Depan Bumi

Keberhasilan Green Campus di UNISMA sangat bergantung pada konsistensi dan kolaborasi seluruh warga kampus. Melalui gerakan kecil yang dilakukan secara kolektif—seperti membawa botol minum sendiri hingga menghemat energi—kita turut merawat amanah Ilahi di bumi.

Sebagai referensi dan sarana eksplorasi lebih mendalam mengenai gerakan ini, Anda dapat menyimak video dokumentasi lengkapnya melalui tautan berikut: